Senin, 15 Juni 2015

Perbedaan Mendasar antara MLM ( Multi Level Marketing ) dengan Money Games

Perbedaan Mendasar antara MLM ( Multi Level Marketing ) dengan Money Games


MLM ( MULTI LEVEL MARKETING )
Perusahaan MLM dasarnya merupakan perusahaan biasa yang menjual Produk. Hanya saja mereka memanfaatkan pelanggannya sebagai “Sales Doo to Door” untuk menjual produk mereka, dengan iming-iming bagi hasil pastinya. Caranya dengan membangun Primaid Level maksudnya adalah perekrutan anggota untuk mendapatkan hasil mendasar dari anggotaya yang berhasil direkrut tersebut. Pertama, merka menawarkan membership kepada pelanggan dan pelanggan bisa mendapatkan discount khusus untuk setiap produk yang dijual. Dan pelanggan bisa menjual kembali produk tersebut dengan harga normal tanpa discount kepada orang lain. Ataupun mereka juga bisa menawarkan membership kepada orang lain dengan posisi sebagai downline-nya.Contoh bisnis MLM sebagai berikut :
“ Ani menawarkan Sonya sebagai downline-nya dalam prusahaan MLM yang menjual produk kecantikan. Setelah menjadi member Sonya membeli produk secara langsung ke perusahaan MLM dengan mendapatkan discount khusus seperti Ani. Setiap Sonya membeli produk MLM , makan sekian persen keuntungan yang didapat perusahaan dari penjualannya akan disisihkan untuk si Ani.”
“Kemudian Sonya juga mendapatkan Arik menjadi downline-nya dan si Arik mendapatkan Ajeng menjadi dowline-nya. Saat si Ajeng belanja produk, maka member Arik, Sonya, dan Ani mendapatkan presentase keuntungan dari perusahaan. Tentu saja Ani menapatkan presentase total paling banyak kerana downline-nya paling banyak, dan begitu seterusnya setiap member apabila memiliki dowline semakian banyak maka total persentase keuntuganpun akan semakin banyak.”
Masalah buruknya yang meungkin muncul, hanyalah jika downline kita ternyata malas mencari member baru. Itu akan membut kitakehilangan jatah presentase dari perusahaan. Tapi pada dasarnya tidak ada pihak yang dirugikan. Tidak ada pihak yang memiliki utang kepada peihak lain. Samua produk harus dibeli secara kontan. Semua presntase keuntungan dibayar secara kontan. Jika tidak ada penjualan, makan tidak ada pembagian keuntungan. As simple as that.

Money Games

Money Games juga sama menggunakan sistem Priramid dengan MLM ( Multi Level Marketing ). Tetapi Money Games bukanlah bisnin jualan produk. Dalam Money Games seorang member diminta untuk menanamkan uangnya pada perusahaan ( istilah kerennya investasi ) dengan perusahaan berjanji bahwa uang tersebut nantinya bisa diambil kembali dengan nilai berlipat ganda.bagaimana cara mendapatkanya berikut ilustrasinya :
“ si Ani menanamkan uang sebesar Rp 2000 pada peusahan Money Games. Lalu Ani mencari maksimal 8 orang sebagai member untuk menjadi downline-nya. Kedelapan orang tersebut juga masing-masing menanamkan uangnya sebesar Rp 2000 pada perusahaan Money Games. Jadi total uang yang masuk pada perusahaan Money Games
Rp 2000 uang Ani + ( 8 x Rp 2000) uang dari 8 downline Ani = Rp 18.000
Uang sebesar Rp 6000 diberikan kepada Ani sesuai yang dijanjikan perusahaan pada akhir periode, sisanya Rp 12.000menjadi milik perusahaan. Lalu bagaimana cara perusahaan membayar kembali uang milik 8 orang downline Ani? Yang dilakukan perusahaan adalah meninta ke delapan orang tersebut untuk mencari masing-masing delapan orang lagi sebagai downline mereka. Begitu seterusnya..”
Pada dasarnya perusahaan Money Games berhutang sebesar Rp 2000 kepada Ani dengan janji mengembalikan 3 kali lipat. Lalu perusahaan meminjam kembali dari 8 orang Ani dengan janji yang sama. Hasil pinjaman tersebut digunakan untuk mengembalikan uang plus bunga kepada si Ani. Lalu perusahaan meminjam uang lagi dari 64 orang lainya utnuk dibayarkan kepada 8 orang teman si Ani, dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya. Initinya pada dasarnya perusahaan ini tidak memiliki uang. Yang merka miliki hanyalah hutang, yang semakin lama semakin banyak dan semakin banyak. Target jumlah pengumpulan uang dari member sebesar 1 miliar di awal tahun. HARUS !! Kalau tidak tercapai, makan akan dad sejumalah member yang tidak terbayarkan. Dan itu akan fatal akibatnya. Jadi, kalau bangkrut, mereka tidak mungkin bisa membayarkan hutang kepada siapapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar